Kumuhnya Sungai (Sahabat) Kami….

Tinggalkan komentar

“Sungai, adalah sahabat. Walau airnya busuk, atau hitam sekali pun, sungai ini tetap menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan. Meski air dari PDAM masuk ke rumah-rumah, tapi, mencuci dan mandi ke sungai, sudah menjadi hal yang “wajib”. Seakan tradisi. Kami tak pernah sakit diare, atau gatal-gatal, karena mandi di sungai. Air untuk menggosok gigi pun, dari sungai, yang kata orang membawa penyakit” Lagi

Iklan

Terhadap Hujan Si Kuli Terhormat..

2 Komentar

Terhadap Hujan Nan Turun Di Jeruji Malam…
curahan Tetes, tikam-tikam tubuh gigil gemeletuk tanpa mantel.!!
Turun, cabik-cabik pori dan dentang aspal..
Terhadap Hujan,..
Antara aspal, kelokan, beserta tikungan tajam..
Lalu, tukik-menukik, menerjal turunan..
Ada secuil kerekel putih di sana..
Ujung jalan, tikungan tajam..
Harapan itu ada!
memang Ada?
Aneh.. Lagi

“Empat Rang Situjuah Bersimpang Jalan”

1 Komentar

Tentang Pilkada Limopuluah Kota

“Di Situjuah, hanya ada empat calon pasangan bupati/wakil bupati”. Ucapan dari seorang kawan itu jelas mengejutkan. Pasalnya, untuk pilkada mendatang, di Kabupaten Limopuluah Kota sendiri, ada tujuh calon yang mendaftar ke-KPU. Tentu saja, sebagai satu kecamatan di Limopuluah Kota, calon yang ada sudah pasti tujuh. Tak akan berbeda dari daerah lainnya. Tapi, setelah diinapkan, ucapan kawan itu ada benarnya juga. Dari 14 calon (bupati dan wakil), empat di antaranya adalah putera Situjuah! Lagi

Puisi Malam…. Buat Seorang Kawan

1 Komentar

Lelaki Di Penghujung Malam

Perempuan itu benar!
Keji pun demikian!
Menghampakan pucuk rasamu!
Melunturkan pelepah semangat!
Kau Gugur!
Tertatih..
Keping..
Serakan!
Eh, Cinta..
Apa Kau!
Sebongkah batu kah?
Bermimpi permataKAH?
Atau Buta? Lagi

Padang Kota Terlunta..!! Sembraut Abiz…!!!

3 Komentar

Itulah teks es-em-es yang hinggap di telepon genggam saya, malam tadi. Saya baca berulang kali. Semakin dibaca semakin menyakitkan hati. Malam itu juga saya turun tangga mencari si pengirim pesan yang menyakitkan. Jumpa! Tak sulit mencari seseorang tengah malam dalam sebuah kota mati. Saya maki-maki dia. Saya katakan, slogan-slogan yang sudah ada jangan diubah-ubah, dipleset-plesetkan. Apalagi kalau slogan-slogan itu sudah dikukuhkan dengan berbagai eska.

Lagi

Penghormatan Terakhir Untuk Sang Inspirator..

3 Komentar

Sutan…

Gontai Langkahmu Masih Terekam Jelas..

Terkadang, butiran keringat menyemburat dari keningmu ketika tergopoh dari Kedai Ajo. Ya tenda Biru yang selalu membuat Kita menyatu dalam pemikiran nan berpihak pada waktu..

Sesaat Pula rekam bayangmu berjuntai di bawah Rindang Pohon Samping Satnarkoba Padang.

Ku ingat secerca harapanmu di pagi Rabu itu. : Kita Harus Jadi Pioner Ben! Kita Harus Jadi Wartawan Bermartabat, dengan Ideologi tak berpinggir..!! Tak seperti ini. Jangan Ben, Biarlah mereka Bergerombol, bersesak di pintu Ruangan Kasatlantas itu. Tetap Di sini. Jangan ciut Dik..!!

Lantas Matamu redup.

Dan selalu, setelah itu kau maknai hidup dengan kepulan rokok.

Kau Tenang Sutan..

Terimakasih….

Dan sekali lagi : Aku sendiri, menyudut di Siku berlumut Poltabes ini..

Nenek : Buta Mata, Bukan Buta Semangat..!!

4 Komentar

Hari masih terlalu pagi, nenek buta, Syamsiar (70) menuju ke areal persawahan miliknya yang berjarak sekitar satu Km dari rumah. Tudung yang terbuat dari daun kelapa melekat di kepala, untuk melindungi tubuhnya dari sengatan matahari ataupun hujan. Langkah kakinya pelan menyusuri pinggir jalan beraspal. Sebatang tongkat melekat kuat dalam cengkramannya. Ujung tongkat selalu berpindah dari pinggir aspal ke rerumputan di setiap langkahnya. Lagi

Older Entries Newer Entries