Pahlawan-Pahlawan nan TERBUANG

1 Komentar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan  arti4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan.

(Kerawang-Bekasi : Chairil Anwar)

Lagi

Iklan

Setahun Luka Dari Tandikek

2 Komentar

Refleksi Gempa 30 September 2009

Nak, AJO Tak Punya Rumah..

“Di sini nak. Berpuluh tahun kami pernah berbagi cerita. Tentang kebahagian, kesedihan, serta ketidaksabaran menunggu musim panen. Tapi itu dulu, jelang sore nestapa 30 September tahun lalu. Jelang bumi ini berguncang dan teping-teping menyerah pada getaran. Kampung kami hilang. Di semak nan meninggi itu pula lah anak saya terkubur. Setahun sudah luka dan nestapa ini mengaduk-ngaduk hati. Kalau bukan karena harapan, mungkin Ajo telah pergi. Nak, Ajo tak punya rumah. Sudah malu rasanya berharap pada pemerintah” Lagi