Terhadap Hujan Nan Turun Di Jeruji Malam…
curahan Tetes, tikam-tikam tubuh gigil gemeletuk tanpa mantel.!!
Turun, cabik-cabik pori dan dentang aspal..
Terhadap Hujan,..
Antara aspal, kelokan, beserta tikungan tajam..
Lalu, tukik-menukik, menerjal turunan..
Ada secuil kerekel putih di sana..
Ujung jalan, tikungan tajam..
Harapan itu ada!
memang Ada?
Aneh..

Berharap Dia Tiba Ketika Bunga kertas berkelopak jingga Merekah..
Berharap dia datang di ceruk sudut kamar, berpintu karat..
Rapuh, lalu mengeropos dihantam sinar mentari..
Harapan itu.. Dia Tak kunjung mampir..
Di Pot Bunga Kertas Berlumut Jingga!
Berbilang Tahun..
Harapan..
Berebut Cumbu di sudut Kamar Berkarpet usang..
Bosan Tuan..

Sementara Tak Jua Muncul dia (harapan) JALANG!
membias!
Harapan itu..
Pupus..
Sudahlah..
Hangus-lah..
Mengapa Tak Kau Robek Awan itu..
Tak Kau Terobos Ozon Berkarat!
Lalu, sinari tubuh-ku bertelanjang asa!

Huuuuffhhh!!
Bosan..
Hanya Merenda Untung..
Mengemis setapak-bertapak..
Menganga-nganga telungkup jari!
Tolong-lah Tuan.
Aku pekerja Lapar!

Dia itu (penguasa) masih hingar..
Kembali bersabda!
Untuk kita.. Demi bangsa!
Maka terangi-lah!
Jangan Berkata! Tulis!
Haa..! Demi Bangsa Dan Jejeran KNALPOT MENGKILAP ITU!
TULIS! hanya itu! Lalu Jebret!
Hmmmm.. Senyum di pagi selembar kertas kualitas Rendahan!

Dia itu tuan-ku!
Berselembar kertas Kualitas Rendah!
Pagi-nya usang! Pagi-nya Huruf!
Bukan Keringat! Bukan daki abu jalanan nan melekat!
Kuli Terhormat bercinta dengan debu itu..
Nan Kau hisap searoma huruf!
Parfum selembar usang berubah warna..
Merah, biru..
Bagi kami, Hijau sajalah!

Kembali..
Mentari Telah menyuruk..
Mencilam di selaksa mega..
Semoga Nyata..
Bias mentari Tak lagi tersembunyi..
Menyingkirlah..
Mega.. Kau Penguasa..
Sudahi Saja!
Aku Tak bosan berkata..
Menggenggam ujung tinta..

Tentang Hujan, yang tak jua, kunjung reda..
Gigil campur gemeletuk..
Tikam Campur bantai!
Pori-pori cabik! Dentuman Aspal gelegar!
Tentang Hujan..
ku pertaruhkan Pagi untuk segelas kopi di meja marmar..
(Tentang Cita dan asa yang masih tergantung)

Iklan