Padang Kota Terlunta..!! Sembraut Abiz…!!!

3 Komentar

Itulah teks es-em-es yang hinggap di telepon genggam saya, malam tadi. Saya baca berulang kali. Semakin dibaca semakin menyakitkan hati. Malam itu juga saya turun tangga mencari si pengirim pesan yang menyakitkan. Jumpa! Tak sulit mencari seseorang tengah malam dalam sebuah kota mati. Saya maki-maki dia. Saya katakan, slogan-slogan yang sudah ada jangan diubah-ubah, dipleset-plesetkan. Apalagi kalau slogan-slogan itu sudah dikukuhkan dengan berbagai eska.

Lagi

Penghormatan Terakhir Untuk Sang Inspirator..

3 Komentar

Sutan…

Gontai Langkahmu Masih Terekam Jelas..

Terkadang, butiran keringat menyemburat dari keningmu ketika tergopoh dari Kedai Ajo. Ya tenda Biru yang selalu membuat Kita menyatu dalam pemikiran nan berpihak pada waktu..

Sesaat Pula rekam bayangmu berjuntai di bawah Rindang Pohon Samping Satnarkoba Padang.

Ku ingat secerca harapanmu di pagi Rabu itu. : Kita Harus Jadi Pioner Ben! Kita Harus Jadi Wartawan Bermartabat, dengan Ideologi tak berpinggir..!! Tak seperti ini. Jangan Ben, Biarlah mereka Bergerombol, bersesak di pintu Ruangan Kasatlantas itu. Tetap Di sini. Jangan ciut Dik..!!

Lantas Matamu redup.

Dan selalu, setelah itu kau maknai hidup dengan kepulan rokok.

Kau Tenang Sutan..

Terimakasih….

Dan sekali lagi : Aku sendiri, menyudut di Siku berlumut Poltabes ini..

Nenek : Buta Mata, Bukan Buta Semangat..!!

4 Komentar

Hari masih terlalu pagi, nenek buta, Syamsiar (70) menuju ke areal persawahan miliknya yang berjarak sekitar satu Km dari rumah. Tudung yang terbuat dari daun kelapa melekat di kepala, untuk melindungi tubuhnya dari sengatan matahari ataupun hujan. Langkah kakinya pelan menyusuri pinggir jalan beraspal. Sebatang tongkat melekat kuat dalam cengkramannya. Ujung tongkat selalu berpindah dari pinggir aspal ke rerumputan di setiap langkahnya. Lagi