Hanya bermodalkan tangan kosong Maulid Hariri Gani SS MHum yang menjabat sebagai Ketua Panwaslu Kota Padang bersama Kordiv Sosialisasi Panwaslu Adrian Tuswandi SH tampak berusaha membuka poster berbagai Cawako dan Cawawako yang tertempel di pagar tembok dealer Suzuki, Jalan Veteran. Keringat kelelahan tampak mengalir dari wajah dua pengawas pemilu itu, namun mereka tetap tekun “menguliti” poster yang jumlahnya ratusan, walau panas sengatan matahari siang Selasa (21/10) sangat terasa membakar kulit.
Ada hal aneh sekaligus “sedikit kecurangan” ditemukan anggota Panwaslu yang diiringi empat wartawan pada hari pertama pembukaan atribut Cawako/Cawawako itu. Saat tangan Adrian Tuswandi SH menyobek poster salah satu pasangan calon, ternyata di balik poster tersebut masih ada satu poster calon yang nampaknya sengaja ditutupi dengan poster calon lain.

“Wah, posternya double nich, ada nomor tiga di balik nomor dua,”celoteh fotographer Padang Ekpres M. Arif yang langsung main jepret ketika melihat sebuah gambar pasangan calon berpeci dan wajahnya sedikit dihiasi jenggot tersembul dari balik bekas sobekan poster lain. Tidak hanya satu “poster double” yang ditemukan Panwaslu, diperkirakan ada sekitar empat poster double. Namun semua itu tidak jadi permasalahan, pokoknya Kota bersih dari segala tetek bengek berbau kampanye pasangan Cawako, Panwaslu bisa bernafas lega.

Poster yang jumlahnya ratusan rupanya membuat anggota Panwaslu “litak”. Apalagi poster sudah menyatu begitu lekat dengan tembok sehingga membukanya sedikit susah. Jari-jari Panwaslu yang mulanya begitu bersemangatmenyobeki poster perlahan kendur. Keletihan tampak menghiasi wajah mereka.

“Kalau kondisinya seperti ini susah juga, belum lagi setengah yang terbuka di satu lokasi, penatnya minta ampun. Teman-teman yang lain belum juga muncul. Lem perekatnyapun sangat alot sehingga poster tidak semuanya terbuka,”ulas Hariri Gani sembari mengendurkan syaraf-syaraf tangannya.

Kasihan melihat “penderitaan” yang dialami dua orang Panwaslu, tanpa dikomandoi, empat orang wartawan yang sedari tadi menguntit perbuatan para pemantau turun tangan menolong untuk membersihkan poster. “Wartawan peduli ketenangan Pilkada,”begitulah ungkapan yang dilontarkan Adrian Tuswandi ketika melihat tingkah wartawan yang menolong pekerjan mereka. Pembukaan poster di Lokasi Simpang Gurun Pasirpun selesai sudah.

Namun sayangnya, tempat bekas tempelan poster terlihat kumuh karena sobekan-sobekan poster yang masih tertinggal. “Demi pesta demokrasi akhirnya keindahan Kota jadi berkurang. Lihatlah tembok bekas tempelan poster ini jadi menggelupas dan meninggalkan kertas yang tak sempat dibersihkan total. Mengganggu pandangan,”ujar Muni (47), salah seorang Tukang ojek memandangi bekas kertas yang masih melekat dan melambai tertiup angin.(***)

Iklan