“Kian hari kampus kita ini semakin ramai saja ya, ramai oleh bus-bus dan travel liar yang mangkal dan menaikkan penumpangnya didepan kampus. Mungkin nanti kampus kita jadi dua fungsi sebagai tempat menuntut ilmu dan Terminal bus,”gurau It (22), Mahasiswa Sastra Universitas Negeri Padang kepada Koran ini, Senin (2/6).

Memiriskan, itulah kata yang tergambar melihat kesembrautan jalan raya di depan kampus UNP. Berbagai kendaraan berseliweran lalu lalang, ditepian jalan terlihat Plang larangan bertuliskan “Huruf ‘S’ yang dicoret” bertanda tepian jalan sepanjang Kampus UNP dilarang untuk parkir kendaraan.

Uniknya, walau papan larangan itu jelas-jelas menggambarkan larangan, tapi toh masih banyak, bahkan teramat sesak, berbagai kendaraan yang parkir di bawah plang larangan yang keberadaanya sudah agak karatan” tersebut.

“Kami kadang malu, kalau ada Mahasiswa lain yang bertanya ‘kamu kuliah dimana’ dan kami jawab di UNP jawabannya pasti kayak gini, ‘oo kampus terminal ya’ tapi Kok Pemerintah melalui pihak yang berkompeten atas kelancaran jalan ini diam saja ya, atau mungkin memang kampus kita akan diberi ‘ekstrakulikuler’ dalam fungsinya. Lagian fungsi kami sebagai control social nantinya berubah jadi ‘Control Bus'”tambah It.

Mulai dari Mobil pribadi yang berubah fungsi jadi travel hingga bus kota berbagai merek dan tujuan berbeda, tumplek memadati ruas jalan tersebut. “Benar-benar sembraut, bagaimana akan bisa mempertahankan piala Adipura kalau Bus Kota saja pihak yang berkompeten belum bisa mengurusnya,”timbal Riska, Mahasiswa Fakultas Sejarah UNP.

“Payakumbuah, Bukit Tinggi, Batu sangka” teriak Kondektur-Kondektur bus yang menambah riuh suasana ‘terminal dadakan’ itu. Sedangkan, para penjual buah khas Padang, Bengkuang, yang mendapat berkah semenjak kelahiran Terminal dadakan tersebut tidak kalah pula dengan lantang meneriakkan dagangannya.

Keberadaan Bus dan travel liar yang cari penumpang di depan Kampus UNP, sedikit banyak memberi efek kurang baik pada kenyamanan berkendara. Kalau sore atau pagi, sepanjang Kampus UNP sampai Minang Plaza pasti macet, salah satu penyebabnya, ya keberadaan travel liar dan Bus yang nongkrong diruas jalan sepanjang itu.

Sedangkan, TRB (Terminal Regional Bengkuang) juga sudah berubah fungsi jadi Padang pengembala ternak bagi warga setempat. Bus-Bus hanya singgah sesaat untuk bayar retribusi di sana, selanjutnya cari penumpangnya di di depan UNP.

“Kami berharap, Pemerintah melalui pihak yang berkompeten bisa menertibkan bus dan travel liar tersebut, jangan sampai nantinya kampus kami benar-benar berubah fungsi. Kami rasa plang larangan tidak mampu menghambat itu semua, kalau bisa Pemerintah langsung ambil tindakanlah,”harap It mengakhiri.(***)

Iklan