Kondisi yang sangat riskan ini terkuak setelah Bapedalda (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) Propinsi Sumbar melakukan pemantauan selama tiga tahun belakangan ini, disemua Kabupaten dan
Kota yang berada di Sumbar. Demi menganalisis sejauh mana Sumbar dilanda efek pemanasan global tersebut.“Hasilnya, dari semua Kota dan Kabupaten yang ada di Sumbar, Padang menjadi peringkat teratas dalam hal Global Warming, bahkan suhu Kota Padang sendiri telah berada jauh di atas ambang batas suhu normal,”terang Kasubid Pengawasan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Provinsi Sumbar, Dasmuar Ayud saat ditemui disela-sela pelatihan Teknisi Refrigerasi di Kampus Universitas Eka Sakti, Kamis (29/5).

“Pemanasan Global yang melanda Kota Padang, diakibatkan oleh tingginya Emisi kendaraan, Emisi Pabrik serta pembabatan hutan secara liar, tidak terkendali, aktivitas masyarakat yang terlalu tinggi juga turut ambil andil dalam hal pemanasan global ini karena dengan padatnya aktivitas masyarakat, otomatis debu-debu beterbangan dan membuat semakin menipisnya lapisan ozon. Hasilnya, lapisan ozon yang kian menipis tidak mampu lagi menyaring sinar matahari agar tidak langsung terpancar ke bumi. Efek dari itu semua, suhu semakin panas dan tidak menentu,”timpal Dasmuar.

Walaupun secara Nasional, Sumbar termasuk daerah yang paling minim terkena dampak Global Warming. Tapi tetap saja kondisi ini menjadi satu pokok pemikiran bagi kita untuk berubah kearah yang lebih baik.

Untuk menanggulangi itu semua, lanjut Damuar, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan hidupnya. Tidak perlu muluk-muluk yang diharapkan dalam pemeliharaan lingkungan, cukup dengan mematikan AC kalu tidak diperlukan, itu semua telah menjadi suatu langkah dalam pemeliharan lingkungan.

“Semua orang, khususnya Kota Padang bertanggung jawab dengan kondisi riskan yang kita hadapi sekarang ini. Diharapkan kedepannya mayarakat lebih peduli terhadap lingkungannnya. Bagi yang punya kendaran, lakukanlah perawatan yang maksimal terhadap kendaraannya, agar kendaraan yang dimiliki tersebut tidak terlalu banyak mengeluarkan asap. Menanami kembali hutan yang telah gundul, adalah satu langkah terjitu dalam mengurangi efek pemanasan global,”ujar Dasmuar.

Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan lingkungan ini, walaupun apa yang kita lakukan sekarang ini belum tentu kita nikmati hasilnya. Setidaknya, untuk masa yang akan datang, kita telah memberikan suatu kenyamanan dan keamanan pada anak-cucu kita kelak.(**)

Iklan