Bicara tentang Luak Nan Bungsu, kita tak akan terlepas dari pesona alamnya yang memang sangat menggugah hasrat kita untuk melihat dan berkunjung. Di dukung hawa yang sejuk serta keramahan penduduk, membuat negari ini menjadi salah satu tujuan wisata para wisatawan yang datang ke ranah minang.

Di antara sejumlah potensi menonjol adalah Lembah Harau. Terletak di Kanagarian Harau dengan jarak sekitar 20 kilometer dari pasar Payakumbuah— 4 kilometer dari ibu Kabupaten Limapuluh Kota, Sarilamak. Untuk sampai ke lokasi, sejumlah kendaraan transportasi dapat digunakan.Seperti, taksi dan ojek. Atau bisa menaiki transportasi khas lembah Harau; becak wisata yang ngetem di pasar Sarilamak.

Sebagai daerah lokasi wisata dan cagar budaya, Harau pertama kali diresmikan oleh Asisten Residen Limapuluah Kota bernama F.Rinner pada 14 agustus 1926. Sejak itu, lembah Harau menjelma menjadi magnet pariwisata di daerah Sumatra Barat. Tak salah, kalau daerah ini berobah menjadi salah satu ikonnya Luak Limopuluah. Semua keelokan dimiliki daerah ini, memang sangat menggugah hasrat untuk menelusuri lebih jauh ke setiap lekuk indah anugrah sang pencipta. Dengan tujuh buah air terjun dimiliki, Harau seolah-olah bak setumpak tanah firdaus yang terjatuh ke bumi.

Di antara tujuh air terjun dimiliki, 2 diantaranya adalah sarasah aka barayun dan serasah bunta. Kedua sarasah tadi mengalir di antara celah-celah bukit cadas yang curam bagai tembok besar kokoh setinggi 300 meter. Bagi para pecinta olahraga ekstrim seperti panjat tebing, lembah Harau menjadi medan yang sangat pantas untuk ditaklukkan. Terlepas dari itu semua, objek wisata Harau juga mempunyai fasilitas-fasilitas pendukung wisata lainnya. Di antaranya, penginapan, rumah makan, lahan parkir luas serta souvenir shop—menjual pernak-pernik berhubungan dengan Harau dan Limapuluh Kota. Sayangnya, kian hari potensi wisata di sana terlihat kian minim perawatan. Beberapa keelokannya, satu-satu persatu terlihat mulai tergerus peradaban.

Sedang dana renovasi, kian tahun kian menipis ke Harau.  “ Untuk itu kami mengimbau kepada para putra-putra daerah yang telah berhasil dirantau, diminta untuk ikut berpatisipasi dalam membangun kampung halaman. Dan bersama-sama membantu menaikan citra Harau sebagai objek wisata number one di Sumatera Barat. Karena tanpa dukungan dari semua kalangan masyarakat, semua pembangunan yang sudah mulai dilaksanakan tadi tidak akan berhasil,” ujar Kepala Bagian Promosi Pariwisata Luak Limopuluh Kota, Husin Daruhan.

Untuk menunjang promosi yang tengah gencar-gencarnya dilakukan, pihak pariwisata dan segenap instansi pemerintah plus lembaga-lembaga swasta—yang respect terhadap wisata Luak Limopuluah khususnya Harau, dalam waktu dekat ini akan melaksanakan pemilihan uni-uda Luak Limo Puluah. Dimana nantinya bisa menjadi duta dalam pengembangan wisata untuk ke depan. Acara yang nantinya juga akan dihadiri mantan putri Indonesia yang juga anggota DPR-RI Angelina Sondakh ini, merupakan salah satu rangkaian acara dalam mensukseskan program pemerintah yaknimya “Visit Indonesia Year 2008”.

“Semoga saja, uda-uni yang nantinya terpilih memang betul-betul orang yang cinta pada negerinya serta mempunyai keinginan kuat untuk mempromosikan negerinya. Yang pastinya ke depan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk mengunjungi Luak Limopuluah. Jangan sampai mereka yang terpilih hanya bisa sebagai “Pagar Ayu” saja, ” tukas Kadinas Pariwisata Luak Limopuluah kota, Ir M Yunus, MT.

Sebagai daerah lembah, suara teriakan niscaya akan memantul lagi. Cobalah berteriak di titik nol (echo spot) yang telah ditandai pengelola khusus untuk pengunjung yang ingin mendengar gaung sempurna. Di tempat ini, suara pantulan terdengar lebih keras. Lumayanlah buat melepas stres dan beban hidup.

Sekilas Dongeng masyarakat tentang Lembah Harau

Payakumbuh: Seperti dalam benteng! Barangkali demikian yang dirasakan pengunjung Lembah Harau di Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota, Sumatra Barat. Sepanjang jalan Payakumbuh menuju Harau, kita dimanjakan hamparan pemandangan sawah dan lembah, juga rumah adat Minang.Memasuki Taman Wisata Lembah Harau, wisatawan serasa “dikepung” tebing merah-merahan setinggi 150 hingga 200 meter. Tebing itu tegak mengelilingi lembah.

Di dasar tebing, bentangan sawah dan pepohonan hijau lagi rimbun membuat pesona Lembah Harau makin memukau. Daerah Lembah Harau juga dihuni berbagai jenis hewan dan burung liar. Lembah ini juga makin memikat dengan tujuh air terjun atau sarasah yang mengalir deras. Di waktu musim hujan, air yang mengalir bertambah deras. Pemandangan sekitar lembah makin menakjubkan kala pelangi turun sehabis hujan.

Lembah yang memanjakan hati dan mata ini mempunyai legenda sendiri. Menurut hikayat setempat, dulunya di atas tebing berdiri sebuah kerajaan. Sedangkan lembahnya merupakan lautan. Suatu hari, putri kerajaan memilih terjun ke laut karena tak diizinkan menikah dengan lelaki yang disukainya. Sang raja lalu memerintahkan rakyatnya mencari jasad sang putri. Namun hingga laut dikeringkan, jenazah sang putri tetap tak ditemukan. Laut yang menjadi daratan itu kini dikenal sebagai Lembah Harau dan menjadi tempat bermukim yang indah.(**)

Iklan