BENDERA bukan hanya sekedar carik kain lusuh, Bukan hanya warna merah dan putih tapi lebih dari itu, bendera adalah simbol bangsa. Lambang dari patriotisme para pahlwan yang telah gugur jadi jangan abaikan bendera tersebut. Walaupun hanya berbentuk persegi sederhana dengan dua warna tapi jagalah “dia” agar tetap berkibar di tiang tertinggi tanah Indonesia,”Kalimat nan penuh arti teramat dalam itu, terlontar dari mulut seorang siswa SMAN 1 Padang, yang terlahir dengan nama Ando Amando, utusan sumbar sebagai pengibar Bendera Pusaka di istana negara pada Hari Kemerdekaan, 17 Agustus mendatang.

Siapa sangka, anak baru gede (ABG) yang masih duduk dikelas Satu sekolah menengah tersebut punya pola pikiran yang sebegitu dalam tentang makna Bendera Indonesia. Bagi-nya kibaran bendera merah putih adalah suatu kebanggaan tersendiri yang bisa menegangkan beribu-ribu syaraf patriotisme di dirinya. Tak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran Ando untuk menjadi penggerek Bendera Pusaka di Istana Negara. Berbagai macam perasaan bercampur aduk menanti datangnya angka 17 pada bulan Agustus. Tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia karena sudah 63 tahun terlepas dari kungkungan dalam penjara penjajahan, begitupun juga bagi Ando, hari yang sangat bersejarah baginya sebagai pengibar Sang saka merah putih.

“Ini bukan sekedar tugas, Badan saya bergetar menantikan tangaal keramat tersebut. Walaupun dalam kondisi apapun saya akan melaksanakan tugas ini sebaiknya, karena ini bendera saya, bangsa saya. Walaupun nanti tetesan darah saya jatuh ke Bumi ini apa yang namanya nama baik bangsa akan tetap aya jaga,”tukas Ando “membara”.

Ando yang baru kemarin pulang dari Negeri Matahari terbit (Jepang) untuk mengikuti Konfrensi Pelajar antar negara ,mendapat pelajaran yang berharga tentang arti nasionalis dan patriotisme dari Negara yang pernah menjajah bangsa Indonesia selama 3 setengah tahun tersebut.

“Di jepang, setiap Lagu Kebangsaan mereka berkumandang, pasti anak bangsa tersebut memberhentikan sejenak pekerjaannya dan setiap pagi mereka pasti menyempatkan waktunya sejenak untuk hormat pada Bendera berlambang Matahari tersebut. Tapi tidak di Indonesia, Indonesia Raya hanya berkumandang waktu ada acara kenegaraan atau pada Upacara Senin pagi disekolahan. Banyak juga yang menganggap Indonesia Raya slengean. Sangat Kontras, kapan bangsa ini akan maju kalau apa yang sakral bagi negara saja tidak dihormati,”celoteh Ando berharap.

PasKibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) yang terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara terlahir dari seorang Ibu bernama, Dennie Olita dan Ayahnya bernama Amrel Amir ini dari dulunya, semenjak SD memang sudah ditempa berbagai ilmu menyangkut kecintaan kepada bangsa dan negara. Juga pernah mengikuti jambore Nasional di Malaka (Malaisya) mengajarkan seorang Ando untuk berkarya bagi Tanah Kelahirannya.(****)

Iklan